Our Blog

What we post and publish is awesome!

CASH FLOW APPROACH

CASH FLOW APPROACH

CASH FLOW APPROACH

Pendekatan ini didasarkan pada argumen bahwa nilai dari suatu perusahaan tergantung dari prospek perusahaan tersebut di masa datang dan prospek ini merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan aliran kas di masa depan, maka nilai perusahaan dapatditentukan dengan mendiskontokan nilai arus kas di masa depan menjadi nilai sekarang
PRICE MULTIPLES (PER, PEG, PBV)
PER (Price Earning Ratio)
PER (Price Earning Ratio) adalah pendekatan yang lebih populer dipakai di kalangan analis saham dan praktisi. Dalam pendekatan PER, investor akan menghitung berapa kali nilai laba yang tercermin dalam harga suatu saham. PER juga mencerminkan berapa rupiahkah yang harus dibayarkan investor saham untuk memperoleh satu rupiah laba perusahaan.
PEG (Price Earning Growth)
PEG (Price Earning Growth) adalah PER dibagi pertumbuhan EPS (Earning per Share atau laba bersih per saham) dalam setahun. Saham yang bagus adalah yang memiliki PEG Ratio di bawah 1. PEG ini turut memproyeksikan perolehan laba bersih perusahaan di masa depan, dengan kata lain PEG ikut memperhitungkan prospek dari sahamnya.
PBV (Price to Book Value)
PBV ini pada dasarnya hampir dengan PER. Perbedaannya, PER berfokus pada laba bersih yang dihasilkan perusahaan, sedangkan PBV fokus pada nilai ekuitas perusahaan. Konsep penggunaannya pun sama dengan PER yaitu semakin tinggi nilai PBV, maka semakin mahal harga sahamnya. Rumus PBV adalah sebagai berikut:
RESIDUAL INCOME
Residual income mengukur kinerja operasi perusahaan (net operating profit after tax/NOPAT) dikurangi dengan beban atas semua hutang dan modal yang diinvestasikan: RI = NOPAT – (k * Capital), dimana k adalah biaya modal perusahaan (weighted average cost of capital) dan capital adalah aktiva yang diinvestasikan dalam aktivitas operasi yang berkelanjutan (going concern).
Residual income yang positif menunjukkan kelebihan laba dari yang dibutuhkan oleh kreditur dan pemilik modal, yang berarti merupakan wealth bagi residual claimants, yaitu pemegang saham. Sebaliknya, residual income yang negatif berarti penurunan wealth pemegang saham.