Our Blog

What we post and publish is awesome!

Gelar Festival Perpusdikbud 2018 Ajang Kolaborasi Bareng 16 Komunitas

Gelar Festival Perpusdikbud 2018 Ajang Kolaborasi Bareng 16 Komunitas

Gelar Festival Perpusdikbud 2018 Ajang Kolaborasi Bareng 16 Komunitas

Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud )

menyeleng­garakan Festival Perpusdikbud 2018. Festival ini merupakan agenda kegiatan tahunan dari Perpustakaan Kemendikbud dalam rangka mempromosi­kan Perpustakaan Kemendik­bud, sekaligus sebagai ajang kolaborasi bersama seluruh komunitas yang ada di Perpus­takaan Kemendikbud (Sahabat Perpusdikbud).

BERBAGAI acara dilaksanakan da­lam Festival Peprusdikbud 2018, an­tara lain diskusi kepustakawanan, seminar, hingga pameran. Kegiatan festival diramaikan oleh Sahabat Per­pusdikbud dari berbagai komunitas. Ada 16 komunitas yang mengisi Fes­tival Perpusdikbud tahun ini, antara lain Komunitas Jejak Langkah, Brit­zone, Reading Bugs, Tanoto Founda­tion, Rajut, ICT Watch, dan SLiMS Jakarta.

Pengunjung selain dapat mengikuti berbagai acara yang diselenggarakan

, juga dapat berkunjung ke pameran yang tersedia. Di pameran, pengunjung dapat mencoba permainan tradisio­nal seperti congklak di stan LPMP DKI. Bagi pustakawan yang ingin ber­konsultasi tentang SLiMS dapat men­gunjungi stan SLiMS Jakarta.

Kepala Biro Komunikasi dan Masy­arakat, Ari Santoso mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Per­pustakaan Kemendikbud, dan berha­rap semoga Perpustakaan Kemendik­bud dapat berkembang lebih baik. Ari juga mengajak komunitas maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk bersama-sama meramaikan Perpustakaan Kemendikbud dan ikut membesarkan semua perpustakaan agar anak-anak senang berada di per­pustakaan.

“Harapannya ke depan Festival Per­pusdikbud ini dapat terus terseleng­gara dan semakin banyak komunitas

dan acara yang berpartisipasi di Fes­tival Perpusdikbud ini,” ujar Kepala Subbagian Perpustakaan Chaidir Amir.

Kegiatan Festival Perpusdikbud ta­hun ini mengusung tema “Sinergi Perpustakaan dan Komunitas untuk Mendukung Gerakan Literasi Nasio­nal (GLN)”. Tema ini selaras dengan Gerakan Literasi Nasional yang meng­ingatkan bahwa gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pe­merintah, tetapi juga tanggung jawab semua pemangku kepentingan. Dalam sebuah gerakan literasi, perpusta­kaan dan komunitas merupakan ba­gian yang tidak terlepaskan. Oleh karena itu, pelibatan publik dalam setiap kegiatan literasi menjadi sang­at penting untuk memastikan dampak positif dari gerakan peningkatan daya saing bangsa. (*/

 

Sumber :

https://voi.co.id/