Our Blog

What we post and publish is awesome!

Konsep Dialog dalam Islam

Konsep Dialog dalam Islam

Konsep Dialog dalam Islam

Konsep Dialog dalam Islam

Maka sesungguhnya Islam memiliki konsep dalam berinteraksi dengan budaya-budaya diluar Islam. Islam mempersilahkan siapapun untuk mengemukakan pandangan-pandangan ataupun melakukan tindakan-tindakan budaya yang seperti apapun, asalkan tidak melanggar ketentuan halal haram, pertimbangan mashlahat (kebaikan) dan mafsadat (kerusakan), serta prinsip Al Wala` (kecintaan yang hanya kepada Allah dan apa saja yang dicintai Allah) dan Al Bara` (berlepas diri dan membenci dari apa saja yang dibenci oleh Allah), dimana ketiga prinsip inilah yang menjadi jati diri dan prinsip umat Islam yang tidak boleh diutak-atik dalam berinteraksi dengan budaya-budaya lain diluar Islam. Sehingga dari ketiga prinsip ini akan lahir sebuah Kebudayaan Islam, dimana kebudayaan Islam ini selalu memiliki satu ciri khusus yang tidak dimiliki oleh budaya dan bangsa manapun diluar Islam, yakni budaya yang berasaskan Tauhidul `Ibadah Lillahi Wahdah (mempersembahkan segala bentuk peribadatan hanya kepada Allah). Sehingga selama prinsip-prinsip dan asas tersebut tidak dilanggar, maka kita dipersilahkan seluas-luasnya untuk berhubungan ataupun mengambil manfaat dari bangsa-bangsa dan budaya manapun diluar Islam. Sebab segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini, baik itu sifatnya ilmu pengetahuan maupun materi (yang selain perkara agama tentunya), itu semua memang diciptakan oleh Allah untuk kita ummat manusia, khususnya kaum muslimin, walaupun berasal dari orang-orang kafir, sebagaimana Allah Ta`ala berfirman dalam surat Al Baqarah (29):

Artinya:”Dialah (Allah), yang telah menciptakan segala yang ada dibumi ini untuk kalian…”

Maka sesungguhnya kedudukan budaya Arab itu sama dengan budaya Persia, Romawi, Melayu, Jawa dan sebagainya dimana budaya-budaya tersebut adalah pihak yang harus siap dikirtik oleh Islam ketika Islam telah masuk ke negeri-negeri tersebut. Maka tidak benar jika dikatakan Islam (seperti jilbab, kerudung dan sebagainya) adalah produk budaya Arab. Sebab justru budaya Arab adalah budaya yang paling pertama dikritik dan dikoreksi oleh Islam sebelum budaya-budaya yang lainnya. Maka apa saja yang telah diterangkan oleh Allah dan RasunNya sebagai agama, maka itulah Islam, sementara segala sesuatu yang tidak diterangkan oleh Allah dan RasulNya dalam perkara agama, maka itu bukanlah Islam, meskipun perkara tersebut telah menjadi kebiasaan dan populer pada masyarakat Arab atau masyarakat Islam yang lainnya. Sebab Arab tidaklah sama dengan Islam, dan sebaliknya Islam tidaklah serupa dengan Arab. Akan tetapi budaya Arab dan budaya-budaya yang lainnya yang mau tunduk kepada Islam, maka itulah yang pantas dinamakan budaya Islam. Wallahu A`lam

Sumber : https://anchorstates.net/