Our Blog

What we post and publish is awesome!

Masyarakat Tangsel Desak KPK Usut Proyek Pembangunan SDN Rawa Buntu 3

Masyarakat Tangsel Desak KPK Usut Proyek Pembangunan SDN Rawa Buntu 3

Masyarakat Tangsel Desak KPK Usut Proyek Pembangunan SDN Rawa Buntu 3

Lambannya penanganan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tangerang Selatan

(Tangsel) dan Banten atas tersangka TB Chaeri Wardana alias Wawan menuai kritikan keras dari beberapa elemen masyarakat Tangsel. Demikian dikatakan H Salman Maryadi mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah kepada Reaksi di rumahnya, Selasa (25/9/2018).

“Pada pagu anggaran APBD Tangsel 2013  melaksanakan pembangunan tiga lantai Gedung SDN Rawa untu 3, Jalan  Raya Ciater, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel,” ujar dia.

Dikatakan Salman, pekerjaan proyek SDN Rawa Buntu 3 mengalami masalah mutu dan kualitas berdampak pada  kegiatan belajar mengajar , bahkan hak anak untuk bersekolah terabaikan.

“Gedung selesai dibangun sekitar akhir tahun 2014, namun pihak sekolah tidak bersedia serah terima kunci karena kondisi bangunan yang dibuat kontraktor memprihatinkan. Menimbang keselamatan para siswa – siswi, guru dan sataf harus dipertaruhkan. Sampai saat ini bangunan sekolah itu tidak bisa digunakan,” ungkap Salman.

Ia menambahkan, disini tergambar jelas adanya benang merah dimulai dari pemenang  tender

, PPTK, kabid, kadis bahkan penguasa satu di Tangsel diduga kuat bermain didalamnya.

Kebijakan pembangunan infrastruktur yang salah arah atau bahkan pengkondisian atas proyek pembangunan yang menggunakan APBD Tangsel. Dimulai pada 2012 sampai kini riaknya terasa.

“Saya memintah KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) segera mengusut tuntas kasus  pembangunan gedung tiga lantai SDN Rawa Buntu 3. Menyidik dan menetapkan tersangka dan menyeret oknum-oknum yang bermain di dalamnya,” katanya.

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Tangsel Siti Chadijah mengatakan, kami sudah lihat sendiri konstruksi bangunan sangat mengkhawatirkan.

“Lantai dan dinding retak-retak, jendela terlihat kendor karena dipasang seadanya. Gedungnya tak layak huni,” ucap Chadijah saat berada di lokasi sekolah tersebut.

Chadijah meminta Pemkot Tangsel segera melakukan perbaikan dengan menggunakan Anggaran

Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2018  atau APBD 2019 dan Dinas Bangunan dan Penataan Ruang perlu melihat kembali,” tutur dia.

Pemerhati pendidikan Sopyan Lubis menambahkan, jangan bermain api dalam proyek pendidikan (proyek pembanganan  sekolah) karena akan mengorbankan anak bangsa dan hak anak mendapatkan pendidikan.

“Saya berharap pihak penegak hukum segera menindaklanjuti hal ini, karena ribuan anak tidak bisa bersekolah karena gedung yang mengkhawatirkan.,” tandas dia.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/