Our Blog

What we post and publish is awesome!

Model sekuensial linier di­aplikasikan

Model sekuensial linier di­aplikasikan

 

Model sekuensial linier di­aplikasikan

Masalah-masalah yang kadang-kadang terjadi ketika model sekuensial linier di­aplikasikan adalah:

1. Jarang sekali proyek nyata mengikuti aliran sekuensial yang dianjurkan oleh model. Meskipun model linier bisa mengakomodasi iterasi, model itu melaku­kannya dengan cara tidal( langsung. Sebagai hasilnya, perubahan-perubahan dapat menyebabkan keraguan pada saat tim proyek berjalan.

2. Kadang-kadang sulit bagi pelanggan untuk menyapakan semua kebutuhannya secara eksplisit. Model linier sekuensial memerlukan hal ini dan mengalami kesulitan untuk mengakomodasi ketidakpastian natural yang ada pada bagian awal beberapa proyek.

3.Pelanggan hares bersikap sabar. Sebuah versi kerja dari program-program itu tidal( akan diperoleh sampai akhir waktu proyek dilalui. Sebuah kesalahan besar, jika tidal( terdeteksi sampai program yang bekerja tersebut dikaji ulang, bisa menjadi petaka.

4.Pengembang sering melakukan penundaan yang tidal( perlu. Di dalam analisis yang menarik tentang proyek aktual, Bradac [BRA94] mendapatkan bahwa sifat alami dari siklus kehidupan klasik membawa kepada blocking state di mana banyak anggota tim proyek harus menunggu tim yang lain untuk me­lengkapi tugas yang saling memiliki ketergantungan. Kenyataannya, wal(tu yang dipakai untuk menunggu bisa mengurangi waktu untuk usaha produktif! Blocking state cenderung menjadi lebih lazim pada awal dan ?’- Pbuah proses sekuensial liner.

Sumber : https://sam-worthington.net/