Our Blog

What we post and publish is awesome!

Penerimaan Maba FK Unpatti Ambon Sesuai Kebutuhan

Penerimaan Maba FK Unpatti Ambon Sesuai Kebutuhan

Penerimaan Maba FK Unpatti Ambon Sesuai Kebutuhan

Penerimaan mahasiswa baru pada Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura Ambon

tiap tahunnya disesuaikan dengan kebutuhan fakultas, bahkan tidak akan melakukan penerimaan mahasiswa dalam jumlah yang banyak.

“FK Unpatti tidak akan melakukan penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) dalam jumlah yang banyak kalaupun itu tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada di FK UNpatti, hal ini diungkapkan dekan fakultas Kedokteran Unpatti dr. Yopie Manuputty di Ambon, Rabu (29/7).

.
Menurutnya, Penerimaan Mahasiswa FK Universitas Pattimura (Unpatti)

sesuai dengan kebutuhan yang ada sehingga dalam proses akademik tidak akan menjadi kendala.

“Percuma mengejar mahasiswa dalam jumlah banyak tapi hasil yang didapat tidak maksimal, lagian harus disesuaikan dengan jumlah tenaga pengajar dan juga minat dan program studi di fakultas kedokteran,” katanya.

Dijelaskan, ratusan peserta yang ikut dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk masuk FK akan diseleksi sampai mendapatkan 71 calon mahasiswa pada tahun akademik 2015/2016 ini.

 

“ke 71 calon mahasiswa tersebut masuk ke fakultas kedokteran lewat 3 jalur

penerimaan mahasiswa yakni untuk jalur SNNPTN sebanyak 11 orang, jalur SBNPTN sebanyak 23 orang, dan jalur mandiri sebanyak 37 orang”,katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari 71 calon mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi tersebut nantinya juga harus mengikuti pemeriksaan kesehatan yang nantinya menentukan apakah layak menjadi mahasiswa kedokteran atau tidak.

“Apabila dalam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan ada yang dinyatakan tidak sehat, maka sudah pasti yang bersangkutan tidak dapat melanjutkan untuk menuntut ilmu di fakultas kedokteran,” bebernya.

Dia menambahkan yang akan mengganjal calon mahasiswa terutama untuk pemeriksaan kesehatan mata, dimana nantinya calon mahasiswa akan diuji untuk mengenal warna dalam jarak yang cukup jauh.

“Ini sama dengan pemeriksaan kesehatan untuk penerimaan anggota kepolisian maupun TNI, karena calon dokter tidak boleh buta warna,” tandasnya.

 

Sumber :

https://busbagus.co.id/sejarah-jerman/