Our Blog

What we post and publish is awesome!

Software Sizing

Software Sizing

Software Sizing

Akurasi estimasi proyek perangkat lunak didasarkan pada sejumlah hal :
1.    tingkat dimana perencana telah dengan tepat mengestimasi ukuran produk yang akan dibuat
2.    kemampuan untuk menerjemahkan estimasi ukuran ke dalam kerja manusia, waktu kalender, dan dolar (fungsi avaibilitas metrik perangkat lunak yang reliabel dari proyek sebelumnya)
3.    tingkat dimana rencana proyek mencerminkan kemampuan tim perangkat lunak
4.    stabilitas syarat produk serta lingkungan yang mendukung usaha pengembangan perangkat lunak

Putnam dan Myers mengusulkan 4 pendekatan yang berbeda terhadap masalah penentuan ukuran :
1.    Fuzzy-Logic Sizing. Pendekatan ini menggunakan teknik reasoning aproksimasi yang merupakan dasar bagi fuzzy logic
2.    Function Point Sizing.
3.    Standard Component Sizing
4.    Change Sizing

–    Perkiraan Berdasarkan Masalah

Selama estimasi proyek perangkat lunak, data LOC dan FP digunakan dalam dua cara :
1.    sebagai variabel estimasi yang dipakai untuk mengukur masing-masing elemen perangkat lunak
2.    sebagai matrik baseline yang dikumpulkan dari proyek yang lalu dan dipakai dalam hubungannya dengan variabel estimasi untuk mengembangkan proyeksi kerja dan biaya

Estimasi LOC dan FP merupakan teknik estimasi yang berbeda tetapi keduanya memiliki karakteristik umum. Teknik estimasi LOC dan FP berbeda dalam tingkat detail yang dibutuhkan untuk dekomposisi dan target pembagian. Bila LOC digunakan sebagai variabel estimasi, dekomposisi menjadi sangat penting dan sering dipakai pada tingkat yang dapat dipertanggungjawabkan. Semakin besar tingkat pemisahannya, semakin akurat LOC dan FP yang dikembangkan.
Pada estimasi FP, dekomposisi bekerja secara berbeda. Selain berfokus pada fungsi, masing-masing karakteristik domain informasi – input, output, file data, inquriry dan interface eksternal – serta 14 nilai penyesuaian kompleksitas. Estimasi resultan digunakan untuk mendapatkan nilai FP yang dapat diikat dengan data sebelumnya serta digunakan untuk melakukan estimasi.

–    Estimasi Berbasis Proses

Perkiraan berbasis proses dimulai dengan gambaran fungsi-fungsi perangkat lunak yang diperoleh dari ruang lingkup proyek. Sekali fungsi dan masalah aktivitas proses disatukan, perencana akan memperkirakan usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap aktivitas proses perangkat lunak untuk setiap fungsi perangkat lunak. Tingkat kerja rata-rata kemudian diterapkan pada usaha yang diperkirakan bagi setiap aktivitas proses. Biaya dan usaha bagi setiap fungsi dan aktifitas proses perangkat lunak dihitung sebagai langkah akhir. Jika perkiraan yang berbasis proses dilakukan dengan tidak tergantung pada perkiraan LOC dan FP, kita memiliki dua atau tiga perkiraan biaya dan usaha yang dapat dibandingkan dan dirundingkan. Jika kedua kumpulan perkiraan tersebut memperlihatkan kecocokan yang dapat dipertanggungjawabkan maka tidak ada alasan untuk tidak percaya bahwa perkiraan tersebut dapat diandalkan. Tetapi bila hasil teknik dekomposisi itu memperlihatkan hanya sedikit kecocokan, maka harus dilakukan investigasi dan analisis lebih jauh lagi

Sumber : https://galleta.co.id/